Kata orang tahi lalat di daguku seperti Berliana Febriyanti, dan bentuk tubuhku mirip Minati Atmanegara yang tetap kencang di usia yang semakin menua. Mungkin mereka ada benarnya, tetapi aku memiliki payudara yang lebih besar sehingga terlihat lebih menggairahkan dibanding artis yang kedua. Semua karunia itu kudapat dengan olahraga yang teratur.
Cerita Sex : Dewasa, Nyata, Fiksi
Cerita Sex Nyata dan Fiksi Khusus Dewasa
Senin, 06 Mei 2013
Nafsu Guru Wanita
Namaku
Asmiati, tinggi 160 sentimeter, berat 56 kilogram, lingkar pinggang 65
sentimeter. Secara keseluruhan, sosokku kencang, garis tubuhku tampak bila
mengenakan pakaian yang ketat terutama pakaian senam. Aku adalah Ibu dari dua
anak berusia 44 tahun dan bekerja sebagai seorang guru disebuah SMA di kota S.
Kata orang tahi lalat di daguku seperti Berliana Febriyanti, dan bentuk tubuhku mirip Minati Atmanegara yang tetap kencang di usia yang semakin menua. Mungkin mereka ada benarnya, tetapi aku memiliki payudara yang lebih besar sehingga terlihat lebih menggairahkan dibanding artis yang kedua. Semua karunia itu kudapat dengan olahraga yang teratur.
Kata orang tahi lalat di daguku seperti Berliana Febriyanti, dan bentuk tubuhku mirip Minati Atmanegara yang tetap kencang di usia yang semakin menua. Mungkin mereka ada benarnya, tetapi aku memiliki payudara yang lebih besar sehingga terlihat lebih menggairahkan dibanding artis yang kedua. Semua karunia itu kudapat dengan olahraga yang teratur.
Uhh.. Nikmatnya
Suatu
hari aku mendapat pengalaman yang tentunya baru untuk gadis seukuranku. Oya,
aku gadis keturunan Cina dan Pakistan. Sehingga wajar saja kulitku terlihat
putih bersih dan satu lagi, ditaburi dengan bulu-bulu halus di sekujur tubuh
yang tentu saja sangat disukai lelaki. Kata teman-teman, aku ini cantik lho.
Memang siang ini cuacanya cukup panas, satu persatu pakaian yang menempel di tubuhku kulepas. Kuakui, kendati masih ABG tetapi aku memiliki tubuh yang lumayan montok. Bila melihat lekuk-lekuk tubuh ini tentu saja mengundang jakun pria manapun tersedak. Dengan rambut kemerah-merahan dan tinggi 167 cm, aku tampak dewasa. Sekilas, siapapun mungkin tidak percaya kalau aku adalah seorang pelajar. Apalagi bila memakai pakaian casual kegemaranku. Mungkin karena pertumbuhan yang begitu cepat atau memang sudah keturunan, entahlah. Tetapi yang jelas cukup mempesona, wajah oval dengan leher jenjang, uh.. entahlah.
Memang siang ini cuacanya cukup panas, satu persatu pakaian yang menempel di tubuhku kulepas. Kuakui, kendati masih ABG tetapi aku memiliki tubuh yang lumayan montok. Bila melihat lekuk-lekuk tubuh ini tentu saja mengundang jakun pria manapun tersedak. Dengan rambut kemerah-merahan dan tinggi 167 cm, aku tampak dewasa. Sekilas, siapapun mungkin tidak percaya kalau aku adalah seorang pelajar. Apalagi bila memakai pakaian casual kegemaranku. Mungkin karena pertumbuhan yang begitu cepat atau memang sudah keturunan, entahlah. Tetapi yang jelas cukup mempesona, wajah oval dengan leher jenjang, uh.. entahlah.
Namaku Ines
Waktu
sudah menunjukkan pukul dua siang ketika kami berdua sampai di perumahan tempat
kakak laki-laki mas Ari, cowok yang sedang mendekati aku, yang sedang kosong
itu. Dia ganteng dan badannya kekar,
aku suka dia mendekatiku walaupun beda umurnya jauh denganku. Setelah menutup
pagar depan, segera dia mengajakku untuk masuk ke dalam rumah. Dia segera
memeluk tubuhku dan dengan sedikit bernafsu segera disosornya pipiku dengan
bibirnya. Aku sangat terkejut melihat ulahnya, “Eeeh Mas, kok gitu sih ” kataku
memandangnya sambil melotot. Namun dia dapat segera mengendalikan diri, sambil
tersenyum dia segera meraih tanganku dan ditariknya masuk ke dalam rumah.
Minggu, 05 Mei 2013
Dini Cewek Amoy
Aku
punya temen, sebut saja Dini. Abg asal kota amoy, Singkawang. Seperti ciri
kebanyakan abg amoy, Dini punya perawakan kutilang tapi gak darat, karena
toketnya lumyayan gede. Pinggangnya ramping dan pinggulnya yang besar sehingga
membuat setiap lelaki betah berlama2 menyapu tubuh Dini dengan matanya. Apalagi
kalo idat Dini jalan, pantatnya yang besar bergerak kekiri kekanan mengikuti
gerak langkahnya.
Pasti bikin napsu lelaki yang ngeliatnya, apalagi Dini sering pake celana panjang, apalagi pendek, yang ketat. Kulitnya yang putih dan wajah sendu dengan sepasang mata sipit menambah kecantikan Dini. Yang khas lagi dari Dini adalah bulu tangan dan kaki yang panjang2, ditambah dengan kumis tipis yang menghiasi bagian atas dari bibir mungilnya, menambah keseksiannya. Pastilah jembutnya lebat, dan napsunya gede, seperti aku kalee.
Pasti bikin napsu lelaki yang ngeliatnya, apalagi Dini sering pake celana panjang, apalagi pendek, yang ketat. Kulitnya yang putih dan wajah sendu dengan sepasang mata sipit menambah kecantikan Dini. Yang khas lagi dari Dini adalah bulu tangan dan kaki yang panjang2, ditambah dengan kumis tipis yang menghiasi bagian atas dari bibir mungilnya, menambah keseksiannya. Pastilah jembutnya lebat, dan napsunya gede, seperti aku kalee.
Liaku
Ketika kami saling menjabat tangan,
gadis itu masih agak malu-malu, kulihat juga gadis itu tingginya hanya sekitar 158
cm dan mempunyai dada yang memang kelihatan lebih besar dari anak seumurnya,
sekitar 34B (kalau tidak salah umurnya 14 tahun), mempunyai wajah yang manis
sekali dan kulitnya walaupun tidak terlalu putih tapi sangat mulus, (sekedar
info, tinggiku 165 cm dan umurku waktu itu 16 tahun).
Aku berkata, "Siapa nama kamu?" dia jawab Lia.
Setelah berkenalan akhirnya kami saling memberikan nomor telepon masing-masing. Besoknya setelah saling telepon dan berkenalan akhirnya kami berdua janjian keluar besok harinya sebagai jalan pertama, sekaligus cinta pertamaku membuatku deg-degan, tetapi namanya lelaki yah... jalan terus dong.
Aku berkata, "Siapa nama kamu?" dia jawab Lia.
Setelah berkenalan akhirnya kami saling memberikan nomor telepon masing-masing. Besoknya setelah saling telepon dan berkenalan akhirnya kami berdua janjian keluar besok harinya sebagai jalan pertama, sekaligus cinta pertamaku membuatku deg-degan, tetapi namanya lelaki yah... jalan terus dong.
Langganan:
Entri (Atom)